Senin, 12 November 2012

Efek Negatif Menggunakan Laptop

 

Efek Negatif Menggunakan Laptop

 
 
 
 
Kemajuan dunia komputer berdampak positif bagi manusia. Salah satu hal yang paling mudah diamati adalah dampak komputer bagi kesehatan individu pemakainya. Dan dari semua keluhan kesehatan yang pernah ada, kebanyakan keluhan datang dari para pengguna laptop.
Anda termasuk orang yang menggunakan laptop setiap hari?? Jika iya, berhati-hatilah..!!
Laptop atau notebook sebagai sarana mobile-computing memang dirancang se-efesien mungkin untuk dapat dengan mudah dibawa ke manapun. Namun efesiensi yang didapat dari penggunaan laptop ini rupanya harus dibayar mahal dengan mengorbankan faktor ergonomic yang sangat berperan dalam menjamin kenyamanan dan kesehatan sang pemakai.
Menurut penelitian tim dari University of North Carolina (UNC), penggunaan laptop bisa memicu gangguan postur tubuh dan melemahkan fisik. Tim dokter dari UNC menyebutkan ganguan tersebut dengan “laptop-itis”. Yang menurut mereka, postur tubuh yang tidak tepat dan sering menggunakan komputer dapat menyebabkan pelemahan kondisi fisik seperti, nyeri otot atau cedera berulang. Mengetik juga dapat menyebabkan carpal tunnel syndrome, yaitu cedera pada syaraf yang melewati pergelangan tangan.
Salah satu kasus gangguan kesehatan dalam penggunaan laptop dialami oleh salah satu warga yang berusia 29 tahun yang berasal dari Seattle Amerika Serikat, seperti yang ditulis dalam buku Using Information Technology. Karena kebiasaannya sehari-hari yang mempergunakan laptop di mana pun berada, ia kemudian mengalami gangguan tulang belakang. Setelah diperiksa, dokter mendapati tulang belakangnya sudah seperti seorang berusia 50 tahun. Inilah salah satu akibat dari dikorbankannya nilai ergonomic sebuah barang, dalam hal ini laptop.
Kalau kita amati saat mengoperasikan laptop, beberapa orang dari mereka belum sadar bahwa cara menggunakan kadang dapat menimbulkan efek kesehatan mereka. Oleh karena itu, tidak sedikit orang yang terbiasa menggunakan pahanya sebagai pengganti meja untuk menaruh laptop. Padahal ini menurut para ahli kesehatan dunia ada efek sampingnya, diantaranya kita harus mewaspadai gangguan kulit yang timbul akibat panas yang muncul dari komputer jinjing tersebut. Meski rasa panas dari mesin prosesor laptop tidak menyebabkan kulit terbakar, memangkunya bisamenyebabkan penggelapan kulit secara permanen atau disebut juga dengan istilah toasted skin syndrome. Meski jarang, kulit yang terpapar panas dari laptop juga bisa memicu kanker kulit. Panas dari laptop bisa mencapai 50 derajat celcius. Oleh karena itu, kita disarankan untuk tidak memangku laptop terlalu lama. Di samping itu juga, terutama bagi para kaum Adam, banyak hasil penelitian menemukan bahwa meletakkan laptop di atas pangkuan paha bisa meningkatkan suhu di daerah sekitarnya termasuk testis. Jika kondisi ini terus terjadi, maka akan mempengaruhi kualitas sperma.
Secara luas, memang dikenal beberapa gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh pemakaian komputer, antara lain Repetitive Stress/Strain Injury (RSI), Kelelahan Mata dan Sakit Kepala, Sakit Punggung dan Leher, dan Medan Elektromagnetik. Repetitive Stress/Strain Injury (RSI) sendiri adalah sakit pada pergelangan tangan, lengan, tangan dan leher karena otot-ototnya harus bekerja cepat dan berulang. Hal ini dapat menjadi semakin parah jika sang pemakai komputer tidak memperhatikan faktor ergonomic pemakaian komputer dalam jangka waktu lama. Faktor ergonomic sendiri sangat perlu diperhatikan untuk memperoleh kenyamanan dan posisi ideal yang sehat bagi tubuh selama pemakaian komputer.
Yang kedua adalah kelelahan mata dan sakit kepala. Sebenarnya ini merupakan keluhan yang paling banyak dikeluhkan para pemakai komputer, Computer Vision Sindrome (CVS) sendiri merupakan kelelahan mata yang dapat mengakibatkan sakit kepala, penglihatan seolah ganda, penglihatan silau terhadap cahaya di waktu malam, dan berbagai masalah penglihatan lainnya.
Untuk masalah medan elektromantik (EMF), sebenarnya telah marak dibicarakan dalam beberapa tahun terakhir ini. Banyak pihak yang mengkhawatirkan dampak medan magnetic yang terdapat pada berbagai jenis peralatan elektronik, termasuk komputer, terhadap para pemakainya. Mulai dari ketakutan akan gangguan kelahiran yang menyebabkan bayi lahir cacat hingga gangguan yang menyebabkan kanker, pernah menjadi isu seputar dampak medan magnetic. Akan tetapi hingga saat ini belum ada yang tahu pasti mengenai kebenaran dugaan tersebut. Namun begitu, di negara-negara maju seperti Inggris, pemerintahnya telah menganjurkan agar anak-anak di bawah umur mengurangi pemakaian barang-barang yang bermedan elektronik, termasuk komputer bagi anak. Menanggapi kekhawatiran tersebut, Federal Communication Commission (FCC) sebenarnya telah membuat pengukuran khusus yang disebut Specifik Absorption Rate (SAR). SAR sendiri berfungsi untuk menyediakan data tingkat radiasi dari tiap type ponsel yang ada.
Sedikit Tips, semoga bermanfaat:
• Saat menggunakan laptop, tubuh anda harus membentuk sudut 90 derajat antar siku, lutut dan pinggul. Sementara itu, pandangan mata harus melihat lurus ke depan layar.
• Hindari atau jangan memangku laptop telalu lama di pangkuan paha, letakkan pada sebuah meja. Duduklah dikursi yang mampu menyangga tubuh dengan baik saat anda menggunakan laptop. Posisikan laptop tepat di depan sehingga anda dapat melihat layar lurus tanpa menekuk leher. Tempatkan juga mouse pada posisi netral, agar memudahkan pergerakan lengan dan siku.
• Jika anda mengalami rasa nyeri di di bagian kepal, leher, pundak, pergelangan dan mengalami kesemutan pada jari-jari, hentikanlah aktivitas di depan komputer. Jika kunjung tak sembuh, periksakanlah ke dokter segera.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar